Mahasiswa UAD Hadirkan Program LENTERA, Dorong Lansia Hidup Sehat, Aktif, dan Mandiri di BKL Setaman Yogyakarta

Yogyakarta, Sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) melalui Program LENTERA (Lansia Sehat Terapi Yoga Relaksasi dan TOGA) di Posyandu Lansia BKL Setaman RW 10 Jogokariyan, Kota Yogyakarta. Program ini bertujuan memperkuat upaya promosi kesehatan berbasis komunitas guna meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pendekatan edukasi, aktivitas fisik, dan pemberdayaan masyarakat.
Program LENTERA disusun berdasarkan hasil need assessment yang menunjukkan bahwa sebagian peserta Posyandu Lansia masih memerlukan penguatan pengetahuan mengenai pola hidup sehat, aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi lansia, serta pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Selain itu, peserta juga mengharapkan metode pembelajaran yang lebih interaktif sehingga proses belajar menjadi lebih menarik dan mudah dipahami.
Sebagai respons terhadap kebutuhan tersebut, tim PKL menghadirkan serangkaian kegiatan yang meliputi yoga relaksasi, edukasi kesehatan, praktik penanaman TOGA, serta pembelajaran interaktif yang mendorong keterlibatan aktif peserta. Melalui pendekatan tersebut, lansia tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan perilaku hidup sehat di lingkungan sehari-hari.
Evaluasi program menunjukkan bahwa kegiatan ini diterima dengan sangat baik oleh peserta. Sebanyak 82,5% responden pernah mengikuti yoga lansia, sementara seluruh peserta menyatakan bahwa yoga memberikan manfaat bagi kesehatan dan bersedia mengikuti kegiatan serupa apabila dilaksanakan secara berkelanjutan. Selain itu, seluruh peserta telah mengenal serta memanfaatkan TOGA, dan 87,5% di antaranya telah menanam atau memiliki TOGA di rumah. Antusiasme yang sama juga terlihat terhadap pembelajaran interaktif, di mana seluruh peserta menyatakan tertarik menggunakan media pembelajaran yang lebih inovatif.
Salah satu capaian yang paling membanggakan dari Program LENTERA adalah tingginya antusiasme peserta terhadap kegiatan yoga relaksasi. Keceriaan dan semangat para lansia saat mengikuti setiap sesi yoga menjadi momen yang paling berkesan selama pelaksanaan program. Melihat respons positif tersebut, pengurus Posyandu Lansia BKL Setaman bersama kader kesehatan berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan yoga lansia sebagai agenda rutin pada setiap pertemuan Posyandu Lansia. Para peserta mengaku merasa tubuh lebih bugar, pikiran lebih rileks, serta lebih bersemangat setelah mengikuti yoga. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi kebiasaan positif yang mendukung terwujudnya lansia yang sehat, aktif, mandiri, sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota Sekolah Lansia.
Keberhasilan pelaksanaan Program LENTERA tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pengurus Sekolah Lansia BKL Setaman, kader kesehatan, tenaga kesehatan, hingga masyarakat yang mendukung terlaksananya setiap rangkaian kegiatan. Sinergi tersebut menjadi bukti bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu kunci dalam menciptakan program promosi kesehatan yang berkelanjutan bagi lansia.
Program ini berada di bawah bimbingan Dr. Heni Trisnowati, S.K.M., M.P.H. dan dilaksanakan oleh tim mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan yang terdiri atas M. Sahrizal, Tasya Amalia, Iin Nadzifah Hamid, dan Salahuddin.
Melalui Program LENTERA, mahasiswa berharap praktik baik yang telah dilaksanakan di Sekolah Lansia BKL Setaman dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan program promosi kesehatan lansia di berbagai komunitas. Keberlanjutan kegiatan yoga lansia diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya hidup sehat di kalangan lansia, sehingga manfaat program tidak berhenti setelah PKL selesai, tetapi terus dirasakan oleh peserta dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dukungan berbagai pemangku kepentingan, Program LENTERA diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif, dan tetap berdaya.


